BOOK RECOMMENDATION

Kali ini, saya akan memberikan rekomendasi untuk beberapa buku yang bisa dibilang “underrated” dengan tema fantasi. Ini adalah beberapa buku favorit saya.

1. Seri Iron Fey oleh Julie Kagawa
Julie Kagawa adalah salah satu penulis fantasi favorit saya. Bukunya memiliki porsi yang sangat pas untuk unsur setting fantasinya, sisi petualangannya, latar belakang karakter-karakternya, dan tentu saja romance. Gaya penulisannya dan deskripsinya luar biasa. Tapi yang paling menonjol adalah momen-momen heartbreaking yang ditulisnya. Kebetulan Julie Kagawa pernah berkata, “Readers, your tears feed my muse.” (Terjemahannya apa ya? Errr… Mungkin begini: Pembaca, air mata kalian memberikan inspirasi kreatif untuk saya)

The Iron King, The Iron Daughter, The Iron Queen, The Iron Knight
 
Saya akan menjelaskan secara singkat sinopsis buku pertamanya, yaitu The Iron King. Buku ini menceritakan tentang Meghan Chase, anak remaja biasa-biasa saja yang gampang dilupakan orang lain. Ia punya sahabat bernama Robin Goodfellow. Suatu hari, adik Meghan diculik dan digantikan oleh changeling. Menurut Robin yang ternyata adalah Puck dari buku Midsummer Night Dream-nya Shakespeare, adik Meghan dibawa ke Nevernever, sebuah dunia peri di dimensi lain. Demi menyelamatkan adiknya, Meghan dan Puck pergi ke Nevernever lewat portal rahasia.
Nevernever adalah negeri para peri yang dibagi ke dalam Seelie Court/Summer Fey dan Unseelie Court/Winter Fey. Ternyata Meghan adalah anak dari Raja Oberon dari Seelie Court. Selain mempelajari asal-usulnya, Meghan juga bertemu dengan teman lain: Grimalkin The Devil Cat dan Pangeran Ash dari Kerajaan Musim Dingin. Nantinya mereka akan bertualang ke kerajaan baru bernama Kerajaan Besi (Iron) yang ternyata mendalangi penculikan adik Meghan.
Buku ini kreatif, unik, dan sangat magical. Dan ada Puck pula yang selera humornya tidak pernah gagal bikin saya ketawa. Kebetulan buku ini sudah diterjemahkan oleh Penerbit Kubika. Sayangnya, penerbit itu tutup dan tidak lagi melanjutkan terjemahan buku-buku selanjutnya.
2. Seri Blood of Eden oleh Julie Kagawa
Yah, karena saya suka sama penulis ini, saya pasti merekomendasikan karyanya yang lain dong. Blood of Eden tidak kalah keren dengan seri Iron Fey. Tapi kalau seri Iron Fey itu magical, seperti mimpi, dan terasa seperti dunia dongeng, Blood of Eden sangat berbeda. Kelam, kejam, gore, berdarah-darah, dan gelap.
The Immortal Rules, The Eternity Cure, The Forever Song
 
Seri ini mengambil genre distopia dan paranormal. Ceritanya tentang wabah virus Red Lung Fever yang memusnahkan hampir seluruh manusia. Karena makanannya hampir punah, para vampir muncul ke permukaan demi menyelamatkan bangsa mereka. Awalnya, satu orang vampir mengajukan proposal untuk menjadikan beberapa teman vampirnya sebagai bahan penelitian. Kebetulan vampir imun terhadap virus itu dan kemungkinan darahnya bisa menjadi bahan obat penyembuh. Sayangnya, bukan obat yang ditemukan, sebuah spesies lain bernama Rabid (sejenis zombi) muncul. Dunia semakin kacau dan para vampir mulai membangun kota-kota terisolasi untuk melindungi manusia-manusia yang menjadi makanan mereka.
Tokoh utamanya adalah Allison, gadis miskin yang tinggal di pinggiran kota dan hidup bersembunyi dari para vampir. Ia menolak menjadi hewan ternak yang diambil darahnya setiap beberapa minggu sekali. Pilihannya itu memberikan konsekuensi: dia harus mencari makanannya sendiri di tempat yang hampir tidak ada makanan. Suatu hari saat ia sedang mencari makanan di antara puing-puing, sekawanan Rabid menyerangnya. Sebelum ia mati, seorang vampir datang memberinya pilihan: mati atau diubah menjadi vampir supaya tetap hidup. Allison memilih diubah menjadi makhluk yang dibencinya.
Buku ini lebih membicarakan soal survival. Penggemar romance harus kecewa kalau menginginkan banyak adegan swooning di sini. Nuansa gelap dan kelam sangat kental di seri ini, membuat sosok vampir terkesan berbahaya dan tidak indah seperti dalam seri Twilight. Dan terutama buku keduanya… Hatiku hancur~~~~
3. Seri Mediator oleh Meg Cabot
Aha! Siapa yang tidak kenal Meg Cabot dengan seri Princess Diaries-nya? Ternyata dia penulis novel fantasi juga, loh. Seri Mediator ini sudah diterjemahkan oleh Gramedia beberapa tahun yang lalu dan ternyata bagus. Saya tidak menyangka sama sekali.
Shadowland, Ninth Key, Reunion, Darkest Hours, Haunted, Twilight
 
Buku ini sangat ringan dan menyenangkan. Ceritanya tentang Suze Simon yang bisa melihat hantu. Ada misteri serta pembunuhan yang bakal dipecahkan oleh Suze sepanjang enam buku ini. Dan tentu saja ada Jesse si hantu tampan berdarah Latino yang selalu bantuin Suze. Ih, seri ini sangat recommended. Si Suze sebagai narator juga suka lucu gitu, khas Meg Cabot.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s